PEKALONGAN — Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Pekalongan mulai berdampak pada krisis air bersih yang dirasakan oleh warga. Guna meringankan beban masyarakat, Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil 11/Sragi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Selasa (4/8/2026).
Danramil 11/Sragi Kapten Inf Riyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI-AD terhadap kesulitan masyarakat sekitar.
"Kodim 0710/Pekalongan melalui Koramil 11/Sragi, bersama dengan BPBD untuk melaksanakan pendistribusian air bersih ke Kelurahan Sragi. Harapannya, langkah ini dapat membantu mengurangi kesulitan air bersih serta membantu meringankan beban bagi warga yang terdampak," ujar Kapten Riyanto di lokasi penyaluran bantuan.
Berdasarkan data dari pihak Pemerintah Desa Sragi, krisis air bersih ini melanda 4 pedukuhan, yakni Dukuh Ringinpitu A, Ringinpitu B, Gebyang, dan Dukuh Pesantren. Tercatat sedikitnya 238 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 816 jiwa terdampak kekeringan ini.
Kepala Desa Sragi, Teguh, menjelaskan bahwa kekeringan di wilayahnya kerap terjadi secara musiman saat puncak musim kemarau, khususnya pada rentang bulan Juli hingga September. Pemerintah daerah bersama BPBD pun rutin menyalurkan bantuan air bersih setiap tahunnya untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Salah seorang warga terdampak, Pak Wahadi, mengaku sumur milik warga sudah tidak mengalirkan air sejak satu bulan terakhir. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci, warga terpaksa mengandalkan air dari mushola terdekat.
"Kondisi sumur warga tidak mengalir karena airnya tidak bisa terpompa naik. Bantuan air bersih dari Kodim dan BPBD ini sangat membantu dan kami sangat senang mendapat air bersih. Harapannya bantuan seperti ini bisa terus berlanjut selama musim kemarau," ungkap Wahadi.
