BATANG – Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan komunikasi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan tersebut disampaikan Kombes Pol Warsono saat menghadiri kegiatan Jumat Curhat di Mako Polsek Subah, Kabupaten Batang, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus komunikasi antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat.
Warsono mengatakan program Jumat Curhat merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah berjalan sebelumnya. Menurut dia, forum tersebut penting untuk menyerap informasi dan mengetahui berbagai persoalan yang terjadi langsung di tengah masyarakat.
“Program Jumat Curhat sebagai wadah silaturahmi. Kegiatan ini wujud kolaborasi dan sinergitas serta komunikasi dengan unsur-unsur terkait,” kata Komber Pol Warsono.
Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.
Kombes Pol Warsono mencontohkan perbandingan jumlah polisi dengan masyarakat di Batang yang mencapai sekitar satu berbanding 1.000. Kondisi tersebut membuat kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan.
Karena itu, ia meminta tiga pilar, yakni pemerintah, TNI, dan Polri, semakin aktif membangun sinergi, kolaborasi, dan komunikasi hingga tingkat wilayah.
“Modal awal wilayah agar semua kegiatan berjalan adalah aman. Saya berharap seluruh wilayah di Kabupaten Batang aman, jangan ada wilayah yang tidak aman karena akan berdampak ke wilayah yang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Warsono juga menyoroti perkembangan Kabupaten Batang yang kini semakin berkembang, salah satunya dengan keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Menurut dia, perubahan lingkungan akibat perkembangan industri akan membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi masyarakat.
“Sekarang Batang menjadi ikon pusat ekonomi. Oleh sebab itu mari kita tingkatkan SDM kita dan harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan kawasan industri. Generasi muda juga didorong untuk meningkatkan kemampuan agar mampu mengambil peluang yang muncul dari perkembangan ekonomi daerah.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah persoalan masyarakat turut disampaikan. Salah satunya mengenai aktivitas jembatan timbang yang dinilai mengganggu akses menuju gereja.
Pendeta Stefanus Yadi menyampaikan bahwa jembatan timbang setiap hari sekitar pukul 09.30 dan 16.30 WIB ditutup sehingga menimbulkan antrean kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan parkir di depan gereja dan mengganggu aktivitas.
Menanggapi keluhan tersebut, Kombes Pol Warsono meminta Kapolsek Subah bersama Satuan Lalu Lintas melakukan koordinasi dengan pengelola jembatan timbang mengenai jam operasional.
“Laksanakan koordinasi dengan jembatan timbang tentang jam operasionalnya supaya tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lain dan membahayakan pengguna jalan. Saya tunggu progres,” tegasnya.
Persoalan lain disampaikan Kepala Desa Kumejing Ahmad Yusuf. Ia mengungkapkan perkembangan KITB telah memberikan dampak positif berupa penyerapan tenaga kerja. Namun, meningkatnya aktivitas kendaraan juga membuat lalu lintas di jalur Pantura semakin padat.
Ia mengusulkan pemasangan lampu lalu lintas di simpang tiga Wuni, Tenggulangharjo, melalui Musrenbang. Selain itu, aktivitas pekerja yang menggunakan jalur permukiman juga disebut berpotensi menimbulkan konflik dengan warga.
Warsono meminta jajarannya mengecek lokasi tersebut. Ia juga memerintahkan personel melakukan pengamanan pada pagi dan sore hari untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus melakukan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
“Nanti saya komunikasikan dengan pimpinan perusahaan di KITB agar diatur keluar masuknya jam karyawan dan dapat dibuatkan jalur khusus ke KITB,” ujarnya.
Selain persoalan lalu lintas, Kombes POl Warsono juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia meminta masyarakat mempertahankan toleransi dan keberagaman sebagai bagian dari kehidupan di Kabupaten Batang.
Setelah kegiatan Jumat Curhat, Kombes Pol Warsono bersama rombongan melaksanakan shalat Jumat di Masjid Nurul Iman, Dukuh Gembyang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Subah. Dalam kesempatan tersebut, Warsono bertindak sebagai imam.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial kepada sejumlah warga di sekitar masjid. Bantuan diberikan kepada Untung (65), Adelia Faranisa Aznii (9), dan Basari (67).
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Batang berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka sehingga berbagai persoalan di wilayah dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
