Banyumas – Semangat gotong royong merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga di tengah perubahan zaman, karena kebersamaan, kepedulian dan persatuan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan serta mendorong terwujudnya Indonesia tangguh.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif RRI Pro 1 Purwokerto bertema “Gotong Royong Mewujudkan Indonesia Tangguh”, Kamis (3/9/2026), yang menghadirkan Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir. Dialog tersebut membahas pentingnya menjaga budaya gotong royong agar terus tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi masyarakat.
Letkol Inf Edward Samosir mengatakan, gotong royong bukan sekadar bekerja bersama, tetapi merupakan bagian dari karakter dalam kehidupan bermasyarakat yang perlu terus dijaga. Perubahan zaman tidak seharusnya membuat masyarakat meninggalkan budaya tersebut, sementara kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan, bukan justru mendorong masyarakat semakin individualistis.
Menurutnya, pembentukan karakter perlu dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama seseorang belajar tentang kepedulian, tanggung jawab dan kebersamaan. Nilai tersebut kemudian perlu diperkuat melalui pengalaman dan keterlibatan langsung dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dengan mendorong generasi muda untuk aktif dalam berbagai kegiatan bersama, seperti yang dilakukan TNI melalui TMMD dan kegiatan bela negara.
“Melalui kegiatan tersebut, kita bisa berinteraksi dengan mereka, melihat bagaimana sudut pandang generasi muda tentang membangun negara ini dan bagaimana mereka bersama-sama dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Karena nantinya merekalah yang akan menjadi pemimpin-pemimpin di negara ini,” ujar Letkol Inf Edward Samosir.
Ia menilai, cara berpikir untuk melihat manfaat bagi orang lain juga menjadi bagian penting dari semangat gotong royong, sehingga kepentingan pribadi tidak menjadi satu-satunya pertimbangan dalam mengambil sikap. “Jangan melihat segala sesuatu hanya dari apa yang kita peroleh untuk diri sendiri. Kita harus berpikir, apa manfaatnya bagi orang lain,” ujarnya.
Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga kebersamaan di tengah masyarakat. Masyarakat perlu bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi dengan membiasakan diri menyaring serta memastikan kebenarannya, sehingga informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengganggu persatuan.
Letkol Inf Edward Samosir menilai, semangat gotong royong, kebersamaan dan persatuan telah tumbuh dan nyata dalam kehidupan masyarakat Banyumas. Kondisi tersebut menjadi kekuatan yang perlu terus dijaga dan dikembangkan agar kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjadi modal dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh. (Pendim 0701/Bms)